Archive for the ‘Budaya Bali’ Category

Mengenal Gebug Ende, Warisan Perang Tentara Seraya, Darah Mengucur di Kepala Pertanda Segera Turun Hujan

Bila ada pemain Gebug Ende yang mengucurkan darah di bagian kepala, itu tandanya hujan segera tiba. Antara percaya tidak percaya, demikianlah keyakinan warga Seraya di karangasem dengan tradisi turun temurunnya ini.
Dalam perkembangannya, tradisi Gebug Ende mengalami sejumlah perubahan. Dulu, saat perang dengan Kerajaan Selaparang, para tentara Seraya menggunakan tombak dan senjata tajam. Namun kini, hal [...]

Menggali Nilai-nilai Puputan Margarana

Setiap tahun, krama Bali memperingati Puputan Margarana, 20 November. Sejumlah harapan dan berbagai pihak sudah seringkali dikumandangkan. Nilai-nilai Puputan Margarana harus bisa dipetik dan diwarisi generasi muda, demikian antara lain harapan itu disampaikan. Akan tetapi, semua harapan tentu saja tidak bisa dipenuhi karena berbagai faktor. Antara harapan dengan kenyataan memang sering terjadi kesenjangan.
Peristiwa apakah yang [...]