<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rent Car Murah Bali, Sewa Mobil Murah Bali, Bali limousine, Charter Mobil Bali &#187; Budaya Bali</title>
	<atom:link href="http://rentcarsbali.com/index.php/category/budaya-bali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rentcarsbali.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2011 01:07:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sanggar Tabuh dan Tari Berkembang di Mancanegara</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2010/01/sanggar-tabuh-dan-tari-berkembang-di-mancanegara/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2010/01/sanggar-tabuh-dan-tari-berkembang-di-mancanegara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 06:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai sanggar seni yang mengajarkan tabuh dan tari Bali berkembang pesat di berbagai negara. Kondisi itu memberikan dampak positif terhadap citra pariwisata Bali di dunia internasional. Sanggar tabuh dan tari Bali yang paling menonjol berkembang di Amerika Serikat yang dirintis Sanggar Sekar Jaya dan Jepang oleh Sanggar Sekar Jepun. Di dua negara tersebut dari masing-masing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbagai sanggar seni yang mengajarkan tabuh dan tari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> berkembang pesat di berbagai negara. Kondisi itu memberikan dampak positif terhadap citra pariwisata <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> di dunia internasional.</p>
<p>Sanggar tabuh dan tari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> yang paling menonjol berkembang di Amerika Serikat yang dirintis Sanggar Sekar Jaya dan Jepang oleh Sanggar Sekar Jepun.</p>
<p>Di dua negara tersebut dari masing-masing satu sanggar perintis kini sudah berkembang menjadi belasan sanggar yang mengajarkan tabuh dan tari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> kepada masyarakat pecinta seni budaya <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> di negara bersangkutan.</p>
<p>Sanggar kesenian <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> juga berkembang di luar Jepang dan Amerika Serikat, umumnya dirintis mantan mahasiswa asing ISI <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a> yang berasal dari berbagai negara di belahan dunia.</p>
<p>Setelah menikmati pendidikan khusus dalam bidang seni budaya <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> kembali ke negaranya masing-masing untuk mendirikan sanggar serta mengajar tabuh dan tari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> kepada masyarakat setempat yang berminat. Minat masyarakat internasional untuk mempelajari serta mendalami tabuh dan tari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> cukup tinggi.</p>
<p>Wisatawan Jepang dalam menikmati liburan ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> sering kali memanfaatkan kesempatan untuk belajar olah gerak tubuh kepada para seniman.</p>
<p>Seniman yang tergabung dalam sejumlah sanggar seni <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> di Jepang dan Amerika Serikat sudah beberapa kali unjuk kemampuan dalam memeriahkan Pesta Kesenian <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> (PKB), aktivitas seni tahunan di <a href="http://www.surgabali.biz">Pulau Dewata.</a></p>
<p>Masyarakat internasional yang sudah pernah tampil di PKB, memiliki kebanggaan tersendiri, bahkan lebih memacu dirinya untuk menguasai tabuh dan tari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> dengan sempurna.</p>
<p>Untuk itu pengelola sanggar seni tidak canggung-canggung mendatangkan guru tabuh dan tari dari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> maupun secara berkesinambungan berkunjung ke <a href="http://www.surgabali.biz">Pulau Dewata</a> untuk menikmati panorama alam sekaligus mendalami tabuh dan tari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2010/01/sanggar-tabuh-dan-tari-berkembang-di-mancanegara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelang pergantian Tahun, Hotel Dan Restoran di Kintamani “Over Booking”</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/jelang-pergantian-tahun-hotel-dan-restoran-di-kintamani-%e2%80%9cover-booking%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/jelang-pergantian-tahun-hotel-dan-restoran-di-kintamani-%e2%80%9cover-booking%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 04:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Obyek wisata Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Kintamani menjelang tutup tahun mengalami peningkatan lebih dari 100 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak hotel maupun restoran di kawasan tersebut “over booking” atau kelebihan pesanan. Akibatnya banyak wisatawan yang mengalihkan pesanan kamar maupun seat ke restoran di tempat lain. Jelang akhir tahun ini memberikan berkah kepada Hotel-hotel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Kintamani menjelang tutup tahun mengalami peningkatan lebih dari 100 persen. Kondisi ini menyebabkan banyak <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel</a> maupun restoran di kawasan tersebut “over booking” atau kelebihan pesanan. Akibatnya banyak wisatawan yang mengalihkan pesanan kamar maupun seat ke restoran di tempat lain. Jelang akhir tahun ini memberikan berkah kepada <a title="hotel di Bali" href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php" target="_blank">Hotel-hotel </a>dan Restoran.</p>
<p>Dibandingkan tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Kintamani tahun ini lebih besar. Ada sejumlah faktor yang diperkirakan memicu terjadinya kenaikan jumlah kunjungan tersebut. Salah satunya adalah kondisi keamanan serta ekonomi yang makin membaik. Kondisi ini tentunya memberikan kontribusi kurang cukup memadai, sehingga wisatawan memang sengaja meluangkan waktunya untuk mengisi akhir tahun ke Kintamani.</p>
<p>Terkait dengan persiapan yang dilakukan pengusaha <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel</a> dan restoran di Kintamani, umumnya pengusaha telah mempersiapkan berbagai bentuk hiburan yang khusus disajikan pada malam pergantian tahun. Selain mempersiapkan tempat, banyak juga di antara kami yang mempersiapkan acara hiburan pada malam pergantian tahun. Salah satu fokus hiburan yang akan ditampilkan adalah pagelaran kesenian tradisional. Jenis hiburan di Kintamani memang berbeda dengan di <a title="Obyek Wisata di Bali" href="http://surgabali.biz/obyek_wisata_main.php" target="_blank">objek wisata</a> lainnya. Hiburan akan lebih mementingkan pementasan tarian tradisional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/jelang-pergantian-tahun-hotel-dan-restoran-di-kintamani-%e2%80%9cover-booking%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nataru, Goa Gajah Dipadati Wisdom dan Wisman</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/nataru-goa-gajah-dipadati-wisdom-dan-wisman/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/nataru-goa-gajah-dipadati-wisdom-dan-wisman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 02:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Obyek wisata Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Objek wisata Goa Gajah, Gianyar sejak menjelang liburan Natal dan Tahun Baru mulai dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara. Ramainya jumlah kunjungan wisatawan ke objek tersebut dapat dilihat secara nyata dengan meningkatnya omzet tiket masuk maupun perolehan pedagang aneka barang seni. Karena selain meninjau objek, wisatawan juga berkesempatan membeli aneka oleh-oleh produk kerajinan bernilai seni tinggi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="obyek wisata di Bali" href="http://surgabali.biz/obyek_wisata_main.php" target="_blank">Objek wisata</a> <a href="http://surgabali.biz/goa_gajah.php">Goa Gajah</a>, <a href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php">Gianyar</a> sejak menjelang liburan Natal dan Tahun Baru mulai dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>
<p>Ramainya jumlah kunjungan wisatawan ke objek tersebut dapat dilihat secara nyata dengan meningkatnya omzet tiket masuk maupun perolehan pedagang aneka barang seni. Karena selain  meninjau objek, wisatawan juga berkesempatan membeli aneka oleh-oleh produk kerajinan bernilai seni tinggi.</p>
<p>Seorang penjual tiket masuk di objek wisata <a href="http://surgabali.biz/goa_gajah.php">Goa Gajah</a> mengakui, satu minggu menjelang hari Natal dan Tahun Baru telah terasa peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk wisatawan mancanegara saja jumlahnya sampai saat ini rata-rata mencapai 300 orang perhari. Belum lagi wisatawan domestik yang kebanyakan pelajar dari Jawa yang berliburan Natal maupun sekolah. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ini membuat pula omzet karcis masuk bertambah menjadi rata-rata Rp 2 juta per hari.</p>
<p>Pelonjakan jumlah kunjungan wisatawan di musim libur seperti sekarang menjadi dua kali lipat dibanding dengan hari-hari biasanya. Khusus wisatawan mancanegara didominasi oleh wisatawan asal negara Asia seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Cina, Korea dan lainnya. Sedangkan wisatawan asal Eropa, Ameriika Serikat dan Australia hampir tidak tampak.</p>
<p>Wisatawan Asia ini umumnya berlibur bersama keluarga dalam jangka waktu yang relatif  lama. Dan seorang pedagang aneka <a href="http://kerajinanbali.com/">kerajinan</a> seni di objek wisata <a href="http://surgabali.biz/goa_gajah.php">Goa Gajah</a> juga mengakui, semenjak mulai liburan sekolah, Natal dan menjelang Tahun Baru, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sudah mulai ramai, Selain berkunjung ke objek, wisatawan juga tidak menyia-nyiakan kesempatarnya untuk membeli aneka oleh-oleh barang seni. Hampir semua barang kerajinan tangan diminati oleh wisatawan.</p>
<p>Mulai dari barang seni berbahan baku kayu, kulit, anyaman sampai sandang ringan cukup diminati oleh wisatawan, Kondisi ini membuat omzet pedagang setempat mengalami kenaikan dari hari-hari biasanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/nataru-goa-gajah-dipadati-wisdom-dan-wisman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adat Istiadat Penunjang Wisata Spiritual</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/adat-istiadat-penunjang-wisata-spiritual/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/adat-istiadat-penunjang-wisata-spiritual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 07:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Hotel]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Obyek wisata Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Konsep wisata spiritual yang sejak lama diwacanakan, menurut salah seorang Tourism Managemen di Nusa Dua, bukan sebatas mengajak wisatawan sembahyang ke pura, melainkan daya tarik adat kebudayaan dan lingkungan alam yang indah untuk meninggalkan kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung. Karangasem sangat kaya akan aset seperti itu. Hampir tiap hari ada kegiatan adat istiadat, sementara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep wisata spiritual yang sejak lama diwacanakan, menurut salah seorang Tourism Managemen di <a href="http://surgabali.biz/nusa_dua.php">Nusa Dua</a>, bukan sebatas mengajak wisatawan sembahyang ke pura, melainkan daya tarik adat kebudayaan dan lingkungan alam yang indah untuk meninggalkan kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung.</p>
<p><a href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php">Karangasem</a> sangat kaya akan aset seperti itu. Hampir tiap hari ada kegiatan adat istiadat, sementara keindahan alamnya sangat dahsyat, tinggal upaya masyarakatnya untuk menjaga dan melestarikannva sebagai salah satu kekayaan penunjang dunia pariwisata.</p>
<p>Lokasi persawahan yang indah harus selalu dijaga karena warganya malah berlomba menjual tanah untuk dibangun <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">vila</a>. Seharusnya, kawasan seperti itu dijaga sebagai salah satu daya tarik wisata, sekaligus untuk mengundang kekaguman wisatawan akan keindahan ciptaan Tuhan.  Dan Guide harus mampu menjelaskan kepada pengunjung bahwa keindahan itu sebagai ciptaan-Nya.</p>
<p>Selain kegiatan adat budaya dan keindahan alam wisata spiritual bisa dipadukan dengan aktivitas yoga dan traveling ke kawasan desa adat yang masih kental dengan tradisi warisan leluhur seperti Tenganan Pegeringsingan dan kawasan lain yang masih kuat menjaga tradisinya.</p>
<p>Terkait dengan  keberadaan <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">vila</a> liar yang belakangan makin merajalela di <a href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php">Karangasem</a>, hal itu sangat mempengaruhi tingkat hunian <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel </a>dan restoran. Karena wistawan yang seharusnya menginap memilih untuk menetap di <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">vila</a>. Dan pemerintah karangasem berupaya untuk merangkui dan memberikan pemahaman agar pemiliknya mau memenuhi kewajiban membayar pajak dan mengurus segala perizinan yang ditentukan pemerintah daerah.</p>
<p>Selain itu, masih rendahnya tingkat hunian, karena tingkat hunian <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel</a> di <a href="http://surgabali.biz/kab_badung.php">Badung</a> dan <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a> juga masih kecil yakni sekitar 60 persen. Jika tingkat hunian di <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a> sudah mencapai 80 persen, baru <a href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php">Karangasem</a> kebagian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/adat-istiadat-penunjang-wisata-spiritual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Berlebihan terhadap Kasus Tari Pendet</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/jangan-berlebihan-terhadap-kasus-tari-pendet/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/jangan-berlebihan-terhadap-kasus-tari-pendet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[“Pemerintah pusat kini melakukan pencatatan warisan budaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Bali Sebagai salah satu daerah di Indonesia memiliki ratusan warisan budaya yang belum tercatat,” katanya. Masyarakat Indonesia semestinya tidak perlu gusar ketika Malaysia memanfaatkan budaya kita seperti tari Pendet Bali atau Reog Ponorogo sebagai bahan promosi wisatanya. “Kita jangan berlebihan, justru Malaysia telah ikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Pemerintah pusat kini melakukan pencatatan warisan budaya yang jumlahnya mencapai ribuan. <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> Sebagai salah satu daerah di Indonesia memiliki ratusan warisan budaya yang belum tercatat,” katanya.</p>
<p>Masyarakat Indonesia semestinya tidak perlu gusar ketika Malaysia memanfaatkan budaya kita seperti tari Pendet <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> atau Reog Ponorogo sebagai bahan promosi wisatanya. “Kita jangan berlebihan, justru Malaysia telah ikut melestarikan budaya kita, mungkin jika mereka tidak mengangkat budaya kita tersebut bisa saja budaya kita itu akan punah,” ujar seorang Dirjen HKI.</p>
<p>Ia menilai, Malaysia justru banyak melestarikan budaya bangsa Indonesia karena klaim kepemilikan atas suatu karya cipta budaya yang bersifat komunal tidak bisa diklaim begitu saja seperti halnya hak paten individual.</p>
<p>Dikatakan, ada dua rezim hukum perlindungan hak atas kekayaan intelektual, yakni yang berupa hasil olah pikiran satu atau dua orang yang termanivestasikan dalam bentuk paten, hak cipta ataupun merek dagang.</p>
<p>Tetapi, ia melanjutkan, pemegang hak cipta itu tidak bersifat selamanya dan dibatasi hanya sepanjang hidup penciptanya ditambah masa 50 tahun setelahnya. Dalam konteks klaim Malaysia atas tari Pendet, ia mempertanyakan siapa yang telah menciptakannya dan siapa pula yang berhak mendaftarkannya sebagai hak paten milik Indonesia.</p>
<p>“Jika tarian <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> ini memang ada penciptanya dan kemudian diketahui ternyata pencipta tarian tersebut masih hidup maka pihak Malaysia harus minta izin, namun harus diteliti dulu apakah tari yang digunakan tersebut memang asli karya seniman bersangkutan tersebut,” katanya. Namun, banyak dari tari atau budaya kita sudah menjadi budaya komunal.</p>
<p>Oleh karena itu pula, menurut dia, Indonesia akan sulit pula mengklaim tarian itu sebagai monopoli bangsa Indonesia. Dijelaskan hak kekayaan intelektual sebagai hak masyarakat tidak bisa dicampur adukkan dengan hak perseorangan karena rezim yang mengaturnya juga berbeda. Diungkapkan saat ini tercatat sekitar di Indonesia jumlah karya yang sudah didaftarkan dalam hak cipta mencapai 40,000 karya sementara hak paten sebanyak 62.000.</p>
<p>Mahkamah Agung (MA) segera menerbitkan peraturan mengenai penetapan sementara (injuction) untuk kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI). Dengan peraturan MA tersebut, aparat penyidik terutama Ditjen Bea dan Cukai, serta pengadilan bisa menyita secara sepihak produk-produk yang dianggap melanggar HKI. Dengan demikian, upaya penegakan hukumnya diharapkan optimal.</p>
<p>Menurut Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banten, peraturan MA tersebut merupakan jawaban atas permintaan United States Trade Representative (USTR). Sebab USTR berpandangan upaya penegakan hukum Indonesia di bidang HKI tidak efisien dan tidak menimbulkan efek jera (bagi kasus pidana). Selamanya penyitaan tidak boleh dilakukan sepihak, tapi harus dilakukan dua pihak. Makanya pemerintah Amerika Serikat menilai pemerintah Indonesia lamban.</p>
<p>Ia menjelaskan, selama ini UU HKI sudah mempunyai pasal soal penetapan sementara. Namun, pasal tersebut belum bisa diterapkan karena belum dibuatnya peraturan pemerintah (PP). Padahal UU HKI telah dibuat sejak 2002. “Peraturan MA ini akan diterbitkan secepat mungkin sebab Mahkamah Agung terus berupaya karena ini menjadi concern MA terhadap UU HKI,” ujarnya.</p>
<p>Workshop ini diadakan oleh Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (PPHKI) dengan para peserta dan para aparat penegak hukum seperti Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen HKI Departemen Hukum dan HAM, Kepolisian RI, Kejaksaan, hakim, dan Ditjen Bea dan Cukai Departemen Keuangan. Para pemangku kepentingan (stakeholder) di bidang HKI juga terlibat di workshop ini seperti praktisi, pemilik HKI, lembaga swadaya masyarakat di bidang HKI, para akademisi, dan lain-lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/jangan-berlebihan-terhadap-kasus-tari-pendet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan Pariwisata Bali Ibarat Kacang Lupa Kulitnya</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/pertumbuhan-pariwisata-bali-ibarat-kacang-lupa-kulitnya/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/pertumbuhan-pariwisata-bali-ibarat-kacang-lupa-kulitnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 13:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Obyek wisata Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak-pernik Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Dewata Bali dengan keunikan budaya dan keindahan alamnya telah menarik perhatian dunia sejak masa penjajahan Belanda (VOC) ratusan tahun lalu. Dan sekian ribu pulau yang ada di wilayah nusantara, pulau Dewata Bali yang dipilih oleh VOC untuk ditetapkan sebagai kawasan pariwisata pada waktu itu. Oleh penguasa VOC pulau Bali ditetapkan sebagai cagar budaya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pulau Dewata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dengan keunikan budaya dan keindahan alamnya telah menarik perhatian dunia sejak masa penjajahan Belanda (VOC) ratusan tahun lalu. Dan sekian ribu pulau yang ada di wilayah nusantara, pulau Dewata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali </a>yang dipilih oleh VOC untuk ditetapkan sebagai kawasan pariwisata pada waktu itu. Oleh penguasa VOC pulau <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> ditetapkan sebagai cagar budaya yang harus dilindungi dari pengaruh budaya asing. Bahkan lebih ekstrim lagi VOC menetapkan aturan pada saat itu, bahwa agama apapun boleh disebarkan di seluruh wilayah jajahan Hindia Belanda kecuali <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>.</p>
<p>Sejak itu pulau nan unik ini terus dikunjungi oleh para petinggi Belanda (VOC) dan pengunjung dari benua Eropa untuk menikmati keindahan dan kekhasan pulau ini. Terlepas dari ketidak senangan kita terhadap penjajahan, tapi satu hal yang perlu kita catat dan kita patut berterima kasih adalah VOC memiliki visi yang sangat jelas dan jauh ke depan tentang pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dan untuk itu mereka telah membangun suatu landasan yang sangat kokoh bagi pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang berlandaskan budaya.</p>
<p>Di zaman kemerdekaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> memberi perhatian khusus bagi pengembangan pariwisata di pulau Dewata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dengan berlandaskan budaya. Masih teringat jelas dalam pikiran pernyataan Prof. Ida Bagus Mantra (alm), mantan Gubernur <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, dalam sambutannya ketika membuka kursus/lokakarya “Manajemen Pariwisata” di <a title="Obyek wisata nusa dua" href="http://surgabali.biz/nusa_dua.php" target="_blank">Nusa Dua</a> pada tahun 1981. Beliau menyatakan dengan tegas bahwa pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> tetap berlandaskan budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang khas dan unik. Sebagai intelektual dan budayawan beliau memiliki pandangan dan visi yang sangat jauh ke depan. Menurut saya hal tersebut sangat tepat dan beralasan karena di kawasan lain di seantero nusantara bahkan di seantero dunia kita bisa menikmati keindahan alam laut, pantai, gunung, lembah, sungai, danau, air terjun, taman laut dan sebagainya sebagaimana kita temukan juga di pulau <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Tetapi kita tidak akan pernah melihat dan menikmati kekhasan dan keunikan budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> di kawasan lain sebagaimana yang kita temukan di pula dewata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. lnilah dasar dan roh pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang harus terus dipertahankan, dilestarikan, dan dikembangkan.</p>
<p>Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> berwawasan budaya pada saat ini sudah mulai suram. Budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang khas dan unik yang menjadi landasan dan roh pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> mulai kendur. Kendala utama di samping kesadaran masyarakat yang rendah juga faktor ekonomi dimana masyarakat berlomba-lomba memperkaya diri dengan berbagai cara tanpa mengindahkan norma-norma budaya dan adat istiadat. Salah satu contoh, dimana-mana muncul pembangunan <a title="hotel di Bali" href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php" target="_blank">hotel</a>, <a title="villa di Bali" href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php" target="_blank">villa</a>, ruko yang tidak terkendali dengan berbagai arsitektur luar tanpa mengindahkan arsitektur <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang sarat dengan nilai seni dan budaya. Kalau kita berkeliling di Sekitar kawasan <a title="pantai kuta" href="http://surgabali.biz/pantai_kuta_legian_seminyak.php" target="_blank">Kuta</a>, Legian, Seminyak, dan sekitarnya kita menemukan berbagai bangunan dan ruko yang beraksitektur Eropa, seakan-akan kita berada di kawasan Eropa. Maka tidak salah apabila seorang turis Belanda menyatakan kekecewaannya ketika melihat kondisi <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> saat ini. Bahkan turis itu menyatakan untuk apa saya datang ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> kalau saya lihat seperti di Eropa.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> barat kacang lupa akan kulitnya? Kekhasan dan keunikan budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang telah membesarkan dan mengharumkan pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> khususnya dari pembangunan daerah <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> pada umumnya mulai dilupakan orang. Untuk itu saya mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah daerah selaku regulator, masyarakat penghuni <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang berdiam dan berbisnis di Bali (dan berbagai latar belakang suku, kepercayaan, adat istiadat) untuk bersama-sama secara moril dan materiil melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sebagai landasan dan roh pembangunan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>.</p>
<p>Percayalah, tanpa budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> selaku roh maka pembangunan pariwisata akan sia-sia dan ini akan sangat berdampak kepada usaha dan bisnis apapun yang kita lakukan di Bali. Ketegasan, kesadaran, toleransi, dan apresiasi kita yang tinggi terhadap pelestarian budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> akan menjadi modal yang kuat bagi kesinambungan pariwisata Bali ke depan.</p>
<p>Apa yang telah dirintis dan diperjuangkan oleh VOC, serta para pemuka dan cendekiawan di pulau dewata wajib dteruskan oleh generasi penerus yang berbudaya luhur. Memang sungguh ironis manakala VOC selaku penjajah memiliki visi dan kepedulian yang tinggi untuk mempertahan dan melestarikan budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Sementara kita selaku pemilik<em> </em>dan pewaris negeri ini tak memiliki visi dan kepedulian tersebut. Semoga kita tak menjadi batu sandungan mana bumi dipijak disitu langit dijunjung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/pertumbuhan-pariwisata-bali-ibarat-kacang-lupa-kulitnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencitraan Pariwisata Bali Melalui Peningkatan Kwalitas Pengelolaan Objek Wisata</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/pencitraan-pariwisata-bali-melalui-peningkatan-kwalitas-pengelolaan-objek-wisata/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/pencitraan-pariwisata-bali-melalui-peningkatan-kwalitas-pengelolaan-objek-wisata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 13:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Obyek wisata Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak-pernik Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Pengelolaan objek-objek wisata di Bali saat ini, sangat jauh dari standar pelayanan minimal. Hal ini tercermin dari tinjauan kita ke lapangan bahwa kondisi fisik, infrastruktur dan pelayanan yang ada sangatlah jauh dari sebuah bisnis jasa pariwisata dengan nama besar Bali. Sedangkan di satu sisi kalau dilihat dari potensi alam pendukung dan potensi lainnya pada objek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengelolaan objek-objek wisata di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> saat ini, sangat jauh dari standar pelayanan minimal. Hal ini tercermin dari tinjauan kita ke lapangan bahwa kondisi fisik, infrastruktur dan pelayanan yang ada sangatlah jauh dari sebuah bisnis jasa pariwisata dengan nama besar <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Sedangkan di satu sisi kalau dilihat dari potensi alam pendukung dan potensi lainnya pada objek wisata di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> terutama objek wisata natural memiliki daya tarik dan kwalitas yang sangat tinggi.</p>
<p>Potensi ini harusnya mampu dikelola dengan lebih baik dengan catatan kita mampu mewujudkan manajemen pengelolaan yang berwawasan manajemen profesional dan melihat bahwa pengelolaan objek wisata ini adalah sebuah kewajiban. Bukan sebaliknya, seperti yang kebanyakan saat ini, kecendrungan pengelolaan objek wisata di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> hanya ingin mendapatkan uang yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat singkatnya, tanpa memperhatikan bagaimana keberlangsungan (Sustainabelity). Ibarat sapi perahan maka sapi tersebut makin lama semakin kurus dan susunya pun akan semakin sedikit yang bisa kita nikmati.</p>
<p>Perlu kita sadari bahwa peranan objek wisata di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dalam dunia pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> memegang peranan yang sangat penting. Mereka yang datang ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali </a>untuk berwisata intinya ingin mengetahui dan berkunjung ke objek wisata yang ada. Hal ini di sebabkan karena keunikan <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sebagai daerah kunjungan wisata yang berbasis budaya dapat mereka lihat dan saksikan secara langsung. Sehingga inilah yang sebenarnya menjadi <em>core product </em>wisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang harus kita jaga dan kelola secara baik dan profesional. Dengan tingginya kwalitas objek wisata pada sebuah daerah kunjungan wisata akan berdampak positif bagi sektor-sektor pariwisata lainnya seperti akomodasi , transportasi, travel agent, restaurant dan lain sebagainya.</p>
<p>Membangun dan mengelola sebuah objek wisata bukan hanya sekedar membangun dan mengelola manajemen petugas pengelola saja tapi juga harus membangun dan mengelola masyarakat dan lingkungan dimana objek itu berada. Pengelolaan sebuah objek wisata ini tak cukup hanya dengan meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh karyawan sebuah objek wisata tapi harusnya pengelolaan sebuah objek wisata harus mampu meningkatkan seluruh pelayanan yang ada pada sebuah objek wisata termasuk meningkatkan kwalitas pelayanan yang diberikan oleh (residence) masyarakat lokal. Sebab interaksi wisatawan yang datang pada sebuah objek wisata tak hanya dengan karyawan objek tersebut tapi juga banyak berintraksi dengan masyarakat lokal, seperti para pedagang, masyarakat atau penduduk yang tinggal disuatu objek yang melaksanakan kegiatan keseharian pada suatu objek wisata.</p>
<p>Persepsi wisatawan yang datang ke sebuah objek wisata tak hanya dipengaruhi dan terbentuk oleh pelayanan karyawan dari kwalitas infrastruktur sebuah objek wisata. Wisatawan yang datang akan berinteraksi dengan seluruh elemen yang ada di sebuah objek wisata bahkan persepsi wisatawan dipengaruhi juga oleh situasi sebelum mereka sampai ke objek wisata.</p>
<p>Hal ini menjadi sangat penting untuk diketahui, sebab saat ini pada wilayah-wilayah tertentu terjadi pemandangan dan situasi yang sangat kontradiktif antara situasi di dalam kawasan sebuah objek wisata dengan situasi diluar kawasan objek wisata. Padahal seharusnya terjadi keselarasan atau sinkronisasi situasi antara eksternal sebuah lingkungan objek wisata dengan situasi internal lingkungan sebuah objek wisata, serta adanya keselarasan pelayanan dari petugas pengelola objek wisata dengan pelayanan lain dari seluruh elemen yang ada di lingkungan internal sebuah objek wisata.</p>
<p>Sehingga akhirnya diharapkan seluruh elemen yang ada tadi mampu menteriakan persepsi yang positif kepada wisatawan yang datang. lnteraksi wisatawan pada sebuah objek wisata terjadi tak hanya dengan petugas pengelola sebuah objek wisata. lnteraksi juga tejadi dengan seluruh elemen yang ada pada sebuah objek wisata, bahkah dengan lingkungan eksternal objek wisata, yaitu akses menuju lokasi objek wisata.</p>
<p>Maka ketika berbicara tentang peningkatan kwalitas pelayanan sebuah objek wisata, itu harusnya berbicara pula tentang peningkatan kwalitas pelayanan petugas pengelola objek wisata, kualitas pelayanan seluruh elemen-elemen lain pada lingkungan internal dan eksternal objek wisata tersebut. Ini merupakan kewajiban yang sangat besar yang harus dilakukan Bali dalam upayanya membangun citra positif pariwisata. Sebab dengan peningkatan kualitas pelayanan objek wisata, maka persepsi wisatawan akan meningkat positif, dan tentunya citra positif  <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sebagai daerah tujuan wisata juga akan ikut meningkat. Perhatian semua kalangan sangat dibutuhkan dalam upaya kita membangun dan mengembangkan pengelolaan objek-objek wisata di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang lebih professional dan memiliki standar pelayanan minimal. Bisa dibayangkan ketika persepsi wisatawan negatif terhadap objek wisata yang ada di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> semakin banyak pula Citra Negatif yang timbul di pasar Pariwisata Dunia tentang Pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/pencitraan-pariwisata-bali-melalui-peningkatan-kwalitas-pengelolaan-objek-wisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keindahan Kain Tenun Khas Bali, Togog</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/keindahan-kain-tenun-khas-bali-togog/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/keindahan-kain-tenun-khas-bali-togog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 13:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Obyek wisata Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Pernak-pernik Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Sentuhan Bali dalam pahatan sebuah busana adalah memahami beragam keindahannya. Budaya yang dipaparkan dari beragam gerak kehidupan masyarakatnya adalah keindahan. Beranjak dari itulah perancang Bali, Tude Togog mencoba memotret keindahan budaya Bali lewat busana. Sebuah oase pun tercipta dari keindahan dan gemulai gadis Gianyar. Untuk ukuran Indonesia, Bali memang sangatlah bernuansa etnis Bali berpadu dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sentuhan <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dalam pahatan sebuah busana adalah memahami beragam keindahannya. Budaya yang dipaparkan dari beragam gerak kehidupan masyarakatnya adalah keindahan. Beranjak dari itulah perancang <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, Tude Togog mencoba memotret keindahan budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> lewat busana. Sebuah oase pun tercipta dari keindahan dan gemulai gadis <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a>.</p>
<p>Untuk ukuran Indonesia, <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> memang sangatlah bernuansa etnis <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali </a>berpadu dengan gaya modern. Hal itu terjadi karena banyaknya pengaruh dari luar negeri masuk sehingga <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang tadinya sangat kental dengan ornamen tradisional <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> kini mulai dipengaruhi oleh gaya modern, minimalist, art deco atau apa saja yang sifatnya internasional. Tude Togog mencoba menjabarkan karya-karya terbarunya yang sarat dengan nuansa etnis <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dengan penyajian desain yang sangat modern dan bergaya internasional.</p>
<p>Tude adalah perancang kelahiran kota <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a> <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dengan nama asli Pande Putu Wana. Ia dilahirkan 18 Nopember 1963 dari keluarga yang memulai<br />
perusahaan tenun ikat <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> cap Togog yang cukup tenama khususnya di kota <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a>.</p>
<p>Sejak kecil ia sudah terbiasa bergelut dengan benang serta pewarnaan kain dengan <em>hand woven. </em>Karena bakatnya dia pun dipercaya oleh keluarganya untuk melanjutkan usaha kain tenun Togog, yang sangat lekat dengan tradisi dan mitologi dari masyarakat <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Salah satu langkahnya adalah dia dengan konsisten mengolah bahan tenun <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang biasanya hanya dikenakan untuk ritual adat menjadi busana masa kini yang <em>fashionable </em>dan mengikuti perkembangan jaman.</p>
<p>Seperti pada pagelaran <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> in Fashion 2009 ini, Tude mencoba mengolah kain ikatnya menjadi busana wanita yang trendi dan dapat dipakai pada acara-acara formal yang bersifat internasional. Tema rancangannya kali ini adalah &#8220;Lenggang Gemulai Gadis <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a>&#8220;.</p>
<p>Di sini ditampilkan karya Tude yang rata-rata menggunakan kain tradisional <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> seperti tenun ikat. Tude Togog, desainer yang <em>base </em>usahanya di <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a> ini menampilkan gaun-gaun modern dengan bahan tradisional <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> tenun ikat atau yang lebih terkenal kita sebut bahan <em>endek</em>.</p>
<p>Selembar kain tenun tradisional dibuat dengan kesabaran tinggi. Proses pembuatannya saja bisa memakan waktu satu tahun. Untuk mewarnai benangnya saja membutuhkan waktu enam bulan. Belum lagi proses pembuatannya, yang membutuhkan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun. Maka jika anda mempunyai kain tenun tradisional, anda harus<br />
benar-benar merawatnya dengan baik.</p>
<p><strong>Tip Merawat </strong></p>
<p>Jika kain tenun tidak dipakai sehari-hari maka sebaiknya jangan disimpan dengan cara dilipat. Caranya, sediakan pipa atau kayu panjang untuk menggulung kain tenun tersebut. Caranya, tenun tersebut lapisi dengan kain<br />
kemudian gulung atau digantung. Jika dipakai sehari-hari, maka jangan mencuci kain tenun dengan sabun detergen. Namun anda bisa memakai sabun cair atau sabun pencuci piring. Anda bisa menggunakan bahan tradisional seperti klerek.</p>
<p>Sebaiknya kain tenun jangan dikucek, namun hanya dibilas saja dengan sabun. Jemur di tempat teduh agar warnanya tak kusam. Indonesia sangat diberkahi dengan keanekaragaman budaya dan kerajinan tangan, termasuk berbagai jenis kain tenunannya. Kain tenunan indah yang biasanya memakai bahan halus sutra dihiasi dengan benang berwarna emas atau perak. Proses pembuatan untuk satu helai kain tradisional memakan waktu lumayan lama, bisa berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan, apalagi untuk motif-motif yang rumit. Bila Anda memiliki kain tenun, sudah sepatutnyalah anda pelihara. Kain dianjurkan untuk tidak dicuci supaya benangnya tidak rusak. Namun, apabila anda harus mencucinya, cucilah kain tradisional dengan memakai pelembut saja dan cukup dibilas kemudian diangin-anginkan. Jangan di-dry cleaned, di-laundry atau jemur di bawah sinar matahari langsung. Sebaiknya setelah anda memakainya, kain tenun diangin-anginkan sebelum disimpan.</p>
<p>Dalam penyimpanannya, kain tenun jangan dilipat agar sulaman tidak rusak. Kain tenun digulung seperti karpet dengan menggunakan paralon atau karton, sebelumnya terlebih dahulu dilapisi dengan kertas minyak atau kertas roti, memakai kertas koran tidak dianjurkan. Masukkan akar wangi supaya kain tidak menjadi bau. Kain tenun tradisional yang telah digulung kemudian dibungkus dengan plastik atau tabung kertas. Disimpan dalam lemari dalam posisi berdiri atau miring. Lemari diberi kamper atau ditaburkan sedikit lada atau cengkeh agar rayap, ngengat dan<br />
semut tidak berani mendekat. Keluarkan kain tenun tradisional dari penyimpam sebulan sekali untuk diangin-anginkan apabila kain sudah lama tidak dipakai</p>
<p>Nah mudahkan? Andapun bisa bergaya dengan rancangan dari desainer yang menggunakan kain khas asli Indonesia. Selain gaya, juga unik dan seksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/keindahan-kain-tenun-khas-bali-togog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kawal Tanah Bali dengan Memaknai Konsep “Sawen”</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/kawal-tanah-bali-dengan-memaknai-konsep-%e2%80%9csawen%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/kawal-tanah-bali-dengan-memaknai-konsep-%e2%80%9csawen%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 13:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Istilah sawen bagi para petani di Bali sudah tak asing lagi. Ketika para petani tidak ingin tanaman padinya diganggu oleh ternak bebek yang digembalakan orang, petani memasang sawen di tengah-tengah sawahnya. Sawen, itu sebagai tanda penjagaan, agar sawahnya tidak sampai diganggu. Demikian pula ketika para petani ternak tidak ingin kehilangan rumput suburnya dicuri orang, dipasanglah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah sawen bagi para petani di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sudah tak asing lagi. Ketika para petani tidak ingin tanaman padinya diganggu oleh ternak bebek yang digembalakan orang, petani memasang sawen di tengah-tengah sawahnya. Sawen, itu sebagai tanda penjagaan, agar sawahnya tidak sampai diganggu. Demikian pula ketika para petani ternak tidak ingin kehilangan rumput suburnya dicuri orang, dipasanglah sawen. Sawen juga dipasang untuk mengingatkan agar tidak sampai mengusik hasil kebun seseorang.</p>
<p>Dalam konteks kekinian, ketika kita ingin mengawal lahan basah (sawah) agar masih tersedia di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, jalur hijau masih menghijau dan terhindar dari gangguan alih fungsi, nilai kearifan lokal <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> bernama sawen, tampaknya perlu dimaknai.</p>
<p>Konsep sawen tersebut tampaknya perlu dimodifikasi dalam konteks sekarang. Nilai yang terkandung di dalamnya perlu direvitalisasi untuk menjaga lahan subur dan gangguan kekinian yakni keinginan untuk memindah tangankannya atau mengalih fungsikannya untuk kepentingan lain.</p>
<p>Leluhur orang <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> telah mewariskan konsep keharmonisan yang adilihung yakni Tri Hita Karana (THK) keharmonisan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widi (parhyangan), dengan sesama (pawongan) dan alam (palemahan). Jika palemahan (tanah/pertiwi) <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a><a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sangat penting bagi bertumbuhnya segala akar-akar budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, akar religi, akar adat-istiadat, akar sosial dan sebagainya. Jika pertiwi sebagai wadah bertumbuhnya akar itu sudah habis. Tentu nilai-nilai  sampai habis, tentu aktivitas pertanian akan berkurang, subak akan tinggal kenangan dan keseimbangan alam akan terganggu atau disharmonis. Lagi pula, pertiwi itu tidak dapat bertumbuh dan akhirnya hilang. Jika nilai-nilai itu sudah hilang, kita bisa tercerabut dari akar, sehingga mudah tergerus oleh keinginan instan, materi oriented,  memaknai konsep bhakti menjadi bati, spiritual menjadi spirit jual dan sebagainya. Karena itu pertiwi <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> perlu di-sawenkan (dijaga) agar tidak diganggu oleh kepentingan di luar fungsinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/kawal-tanah-bali-dengan-memaknai-konsep-%e2%80%9csawen%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gamelan Bambu di Alam serba Bambu</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/gamelan-bambu-di-alam-serba-bambu/</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/gamelan-bambu-di-alam-serba-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 12:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Obyek wisata Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Bunyi-bunyian yang terbuat dari bambu dapat dijumpai di berbagai penjuru jagat, sejak zaman primitive hingga kini. Demikian pula di Bali pemanfaatan bambu sebagai wahana bebunyian masih diteruskan hingga kini. Sebagian bentuk orkestra gamelan Bali tidak sedikit yang dibuat dari bambu. Namun tampaknya, gamelan yang berbahan tumbuhan purba itu, kini kalah saing dengan genre gamelan logam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bunyi-bunyian yang terbuat dari bambu dapat dijumpai di berbagai penjuru jagat, sejak zaman primitive hingga kini. Demikian pula di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> pemanfaatan bambu sebagai wahana bebunyian masih diteruskan hingga kini. Sebagian bentuk orkestra gamelan <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> tidak sedikit yang dibuat dari bambu. Namun tampaknya, gamelan yang berbahan tumbuhan purba <em>itu, </em>kini kalah saing dengan genre gamelan logam. Keteduhan dan kelembutan nada-nada gamelan bambu kian sayup-sayup.</p>
<p>Beruntung, sayup-sayup bunyi gamelan bambu itu masih mampu mengusik deru kehidupan masa kini. Di tengah bising lalu lintas di Jalan By pass Ida Bagus Mantra, di Ketewel, Sukawati, <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a>. Lantunan gamelan bambu disuguhkan selama beberapa hari belum lama ini. Adalah Bentara Budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dalam perhelatan yang disebut  “Festival Bambu” menyajikan enam bentuk seni pertunjukan yang memakai <em>barungan </em>(set gamelan) bambu yaitu Gambang, Jegog, Joged Pingitan, Gong Suling, Joged Bumbung dan Bumbang.</p>
<p><strong>Sudah Menyatu</strong></p>
<p>Sebelum mengkristal menjadi media estetik musical, bambu sebagai alat bunyi diduga telah menyatu dengan budaya agraris tradisional. Jejak-jejak keintiman musik bambu dengan masyarakat petani itu masih tersisa. <em>Sunari, </em>salah satunya, adalah sebatang bambu yang dilubangi yang bila disapa semilir angin menyanyikan sabda alam di tengah hamparan sawah. Prinsip bunyi dari hembusan angin itu juga dapat dilihat pada suling dan <em>genggong. </em>Alat musik bambu ini di masa lalu begitu akrab menemani suka duka para petani saat merawat tanamannya.</p>
<p>Para petani <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> juga memiliki alat musik bambu dalam wujud <em>xylophone </em>yang disebut <em>terompong beruk. </em>Instrumen yang dimainkan dengan sepasang <em>panggul </em>(alat pukul) ini bilah-bilahnya terbuat dari bambu, selain juga <em>uyung </em>(batang enau). Sedangkan penggema bunyinya memakai <em>beruk </em>(tempurung kelapa). Pada awalnya, <em>trompong beruk </em>adalah instrumen tunggal yang lazim ditempatkan di <em>kubu </em>(tempat istirahat) petani yang dalam perkembangannya ditambahkan dengan instrumen lain. Satu dua komunitas petani di kawasan <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> Timur kini masih menyisakan <em>barungan </em>gamelan ini.</p>
<p>Selain integral dengan budaya pertanian, musik bambu juga dihadirkan dalam ritual keagamaan. Gambang adalah gamelan bambu yang keberadaannya telah disebut-sebut dalam catatan-catatan tua, baik dalam wujud visual relief candi maupun abstraksi literer. Sayang, gamelan yang dimainkan dengan <em>sepasang panggul </em>bercabang dua ini kini semakin langka. <em>Pengerawit </em>yang peduli dengan gamelan bambu berlaras pelog tujuh nada ini hanya beberapa segelintir. Salah satu grup yang berhasil dihadirkan dalam “Festival Bambu” itu adalah kelompok gamelan Gambang Desa Telepud,Tegalalang, <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a>.</p>
<p>Suaranya yang sendu dan romantis menggiring gamelan bambu lebih berkiprah pada arena interaksi kegairahan dan hiburan. Saat kejayaan zaman kerajaan di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, membiak berjenis-jenis tari pergaulan dengan iringan gamelan bambu. Joged Pingitan misalnya, adalah joged elit pingitan kaum bangsawan. Hanya tamu istiwewa raja yang boleh <em>ngibing </em>joged ini. Joged pribadi yang diduga berkaitan erat dengan budaya perseliran ini kemudian rontok di bawah kekangan kolonialisme. Di tengah masyarakat, seni pentas ini kemudian bertransformasi menjadi beberapa versi seperti Adar, Gudegan, Tongkohan dan Joged Bumbung. Kini, Joged Pingitan masih membekas di Banjar Pakuwudan (Sukawati) dan Banjar Ketapian (<a title="Kota Denpasar" href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php" target="_blank">Denpasar</a>) dalam sanggaan psikorelegi komunitasnya.</p>
<p>Di antara sekian turunan Joged Pingitan itu, tampak hanya Joged Bumbung yang kini tetap bergelinjang sarat gairah. Suara <em>bumbung </em>atau <em>granting dari </em>gamelan pengiring tari muda-mudi ini terdengar di seluruh penjuru <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Bahkan <em>barungan grantang </em>ini tak hanva tampak mengiringi lenggang tari pasangan wanita (penari) dan pria <em>(pengibing) di </em>arena pentas dalam konteks kepariwisataan juga banyak dipergoki di <a title="hotel di Bali" href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php" target="_blank">hotel</a> dan restoran mengalunkan gending-gending lirih menemani tamu-tamu beristirahat atau makan. Libido manusia dan gaya kehidupan modern memberi peluang terhadap keberadaan gamelan Joged Bumbung.</p>
<p><strong>Presentasi Estetik</strong></p>
<p>Tentu saja spirit artistik kebudayaan adalah presentasi terpenting yang dicapai musik <em>bambu. </em>Gamelan Jegog misalnya yang pada <em>awalnya </em>dirawat sebagai media komunikasi sosial, belakangan didaulat sebagai presentasi estetik, baik dengan berorientasi dari seni tradisi hingga berkoloborasi dengan seni konteinporer seperti dicoba disuguhkan pada festival tersebut oleh grup Jegog Banjar Moding, <a title="kabupaten jembrana" href="http://surgabali.biz/kab_jembrana.php" target="_blank">Jembrana</a>. Demikian pula eksplorasi dan kreativitas empu gamelan I Nyoman Rembang dengan gamelan Bumbang-nya (1985) adalah bagian dari perjalanan kultural bambu sebagai pengejawantah keindahan, menyela bumbu-bumbu kehidupan kekinian yang dihegemoni keindahan semu.</p>
<p>Gamelan bambu <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> tampaknya memang sedang berhadapan dengan hegemoni selera keindahan masyarakat kontenporernya. Sejak era pra-kemerdekaan, gamelan berbahan logam Gong Kebyar melaju kencang dan kini menjadi gamelan “wajib” dimiliki oleh setiap banjar atau desa. Kesenian lainnya, gamelan bambu khususnya, terdepak ke pinggir. Ada yang terjengkang menghilang dan ada pula yang istirahat mengatur nafas. Uluran tangan pemerintah lewat PKB, belum mampu memberdayakannya. Lembaga pendidikan formal kesenian juga belum serius menggarapnya. Karena itu, perlu digugah, dikobarkan, diberi ruang dan disambut penuh harap idealisme tulus semua pihak untuk mengaktualisasikan nilai keindahan dan menyelami makna kultural gamelan si buluh perindu ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/index.php/2009/12/gamelan-bambu-di-alam-serba-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

