Pembangunan Terminal Bandara Dipastikan Berarsitektur Bali
Pembangunan terminal Bandara Ngurah Rai masih menunggu penyempurnaan desain. DPRD Badung minta terminal bandara menonjolkan ciri khas Bali.
Diharapkan begitu turis mendarat di Bali , mereka langsung tahu mereka ada di Bali . Untuk mewujudkan keinginan Dewan dan masyarakat Bali, mau tidak mau maka bandara harus disesuaikan dengan arsitektur Bali.
Tim desain ini terdiri dari gabungan, pihak Pemkab Badung, Pemprop Bali, IAI, akademisi serta TABG. Usai tim desain melaksanakan tugasnya, pihak bandara akan melakukan presentasi kepada pemerintah daerah. Setelah ada persetujuan dari Kementerian Negara BUMN, barulah pembangunan bisa dimulai.
Pembangunan terminal Bandara Ngurah Rai sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Terminal domestik yang sekarang hanya memiliki kapasitas tampung 1,5 juta orang per tahun. Sementara beban yang harus ditampung terminal domestik mencapai 4,5 juta penumpang.
Jika Bandara Ngurah Rai tidak bisa lagi disebut sebagai bandara internasional. Nilai investasi yang diperlukan untuk pembangunan terminal Bandara Ngurah Rai mencapai angka yang cukup besar senilai Rp 1,7 trilyun.
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh semua pejabat bandara menjelaskan, sejumlah materi mulai dari rencana pembangunan hingga kontribusi bandara kepada Pemkab Badung. Sementara pihak Dewan yang hadir lebih dari 10 orang termasuk Ketua Komisi D DPRD II Badung.