Cuaca Buruk, Aktivitas Wisata Terganggu
Cuaca buruk dan gelombang pasang yang kerap melanda perairan di Bali, menghambat kunjungan wisatawan yang ingin menikmati aktivitas wisata khususnya di Nusa Lembongan.
Penyeberangan wisatawan melalui Pelabuhan Sanur akhir-akhir ini sedikit terhambat. Hal itu disebabkan perubahan cuaca yang tidak bisa diprediksi, kurang baik bagi turis untuk melakukan aktivitas di laut seperti diving , surfing , dan snorkeling . Biasanya, rombongan turis yang berkunjung ke objek wisata Nusa Lembongan sudah terlihat sebelum matahari terbit, namun kali ini hal itu tidak terlihat lagi.
Penyeberangan pertama di Pelabuhan Sanur dimulai pagi hari, sebelum pukul 07.00 Wita. Jadi wisatawan yang ingin cepat menikmati keindahan pantai di Nusa Lembongan, harus datang ke penyeberangan pagi hari.
Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Lembongan melalui Pelabuhan Sanur, mencapai 40 orang per hari. Padahal, tahun-tahun sebelumnya jumlah pengunjung yang melalui Pelabuhan Sanur bisa mencapai 70 orang per hari. Pengunjung didominasi oleh turis asal Korea , Jepang, dan beberapa wisatawan asal Australia.
Keunikan wisata alam di Pulau Lembongan adalah rumah bawah tanah Goa Gala. Rumah seorang warga di Desa Lembongan, ujung tenggara Pulau Lembongan itu, dikembangkan menjadi tempat wisata setelah beberapa wisatawan datang dan tertarik dengan keunikannya.
Pantai Lembongan berpasir putih dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni serta karang lautnya indah dan beraneka warna, sehingga jelas sekali tampak bagaikan dalam taman laut yang sangat indah.
Para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah di Nusa Ceningan, dengan jembatan di atas laut yang menghubungkan antara Lembongan dan Ceningan.