Renovasi, Jadikan Bandara Ngurah Rai Berstandar Internasional -Terminal Domestik ”Over Load” 200 Persen
Kapasitas terminal domestik Bandara Ngurah Rai di Bali mengalami over load hingga 200 persen. Kapasitas terminal domestik yang hanya 1,5 juta orang per tahun kini sudah harus diisi sekitar 4 juta orang. Jika Bandara Ngurah Rai laik disebut bandara internasional, maka renovasi terminal harus dilakukan.
Terminal internasional Bandara Ngurah Rai saat ini memang masih memadai, namun untuk beberapa tahun ke depan pasti akan mengalami over load. Operator sebenarnya sudah mempunyai rencana untuk perluasan terminal. Sadar bahwa Bandara Ngurah Rai adalah bandara internasional yang harus menjadi yang terbaik.
Sesuai rencana terminal Bandara Ngurah Rai akan dikembangkan dengan anggaran sekitar Rp 1,7 trilyun. Dana sebesar itu digunakan untuk memperbesar kapasitas terminal domestik menjadi sekitar 7 juta per tahun. Sementara untuk terminal internasional akan dikembangkan hingga menampung lebih dari 13,5 juta orang.
Terminal domestik saat ini luasnya hanya 13.000 meter persegi. Rencananya luas terminal domestik yang baru akan digeser ke terminal internasional dengan luas sekitar 65.000 meter persegi. Sementara terminal internasional akan diperluas menjadi sekitar 120.000 meter persegi dengan mengambil tempat di terminal domestik yang sekarang.
Seringnya keluhan masyarakat tentang kroditnya terminal di Bandara Ngurah Rai. Perluasan menjadi satu-satunya cara untuk menghilangkan kekroditan di bandara.
Pihak bandara sudah siap dengan dana dan program, namun jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah tentu apa yang disiapkan tidak akan ada artinya. Perluasan terminal bukan hanya untuk kepentingan perusahaan AP I, namun ini untuk Bali.
Pro dan kontra yang selama ini terjadi memang menjadi salah satu penghambat memulai pembangunan. Pernyataan Bupati Badung AA Gde Agung yang menyatakan dukungannya terhadap pembangunan terminal seharusnya menjadi sinyalemen agar semua pihak mendukung perluasan bandara untuk kepentingan Bali. Setelah revisi desain, pembangunan terminal segera bisa dilakukan.
Untuk memasukkan secara penuh arsitektur Bali pada terminal yang baru agak sulit. Selain perlu biaya mahal, pertimbangan kekuatan dan keamanan bangunan adalah kesulitan untuk mengadopsi secara penuh arsitektur Bali.