Ekowisata di Bali Diminati Wisatawan Hongkong

Wisatawan Hongkong termasuk salah satu dari 20 pasar utama pariwisata Bali, dimana tiap tahunnya mengalami peningkatan. Sebagian besar dari mereka yang berlibur ke Bali sangat tertarik dengan ekowisata, selain mengunjungi objek wisata bersejarah serta situs arkeologi.

Dengan pendapatan per kapita lebih besar dari Inggris, daya beli turis Hongkong termasuk yang terbaik. Mereka juga sangat menyukai kawasan gunung, sungai, pantai, danau dan bukit yang dimiliki Bali merupakan potensi besar mendatangkan wisatawan ke Bali.  jika potensi ekowisata tersebut dikelola dengan serius dan profesional akan mendatangkan banyak wisatawan Hongkong.

Turis Hongkong yang berkunjung ke Bali didominasi oleh kalangan pekerja yang umurnya masih relatif muda. Sebagian besar dari mereka merupakan repeater atau sudah pernah ke Bali sebelumnya, karena jarak antara Hongkong dengan Bali cukup dekat dibandingkan Eropa-Bali.

Kendati kedatangan wisatawan Hongkong ke Bali masih relatif kecil, namun bila dilihat dari frekuensi kunjungannya mereka termasuk konsumen yang loyal terhadap Bali. Loyalitas pasar Hongkong patut dijaga dengan tetap memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan karakteristik mereka.

Dari Periode April-Juni dan September-Desember merupakan peak season kunjungan wisatawan Hongkong di Bali. Sementara itu, seorang pengamat pariwisata di Denpasar mengatakan, potensi ekowisata yang ada di Bali hampir merata di tiap wilayah kabupaten/kota dengan keunikan tersendiri. Hanya saja potensi tersebut belum tergali maksimal. Pelaku pariwisata harus mulai berpikir bagaimana cara mendatangkan wisatawan ke Bali di tengah krisis global dengan memanfaatkan potensi yang ada. Terlebih, pariwisata yang mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, memberdayakan masyarakat setempat dan menghargai budaya lokal, akan diminati banyak wisatawan.

Terkait cara mengurangi dampak negatif dari kegiatan ekowisata, dikatakannya, perlu adanya pemilihan lokasi yang tepat (menggunakan pendekatan tata ruang), rancangan atraksi atau kegiatan yang sesuai dengan daya dukung kawasan dan kerentanandan memilih segmen pasar yang sesuai.

“Mengubah sikap dan perilaku stakeholder, mulai dari pengelola kawasan, penyelenggara ecoturisme (tour operator) serta wisatawan itu sendiri merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan,” katanya.

This entry was posted on Wednesday, January 6th, 2010 at 9:46 am and is filed under Berita Bali, Obyek wisata Bali, pariwisata bali. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

 

Leave a Reply

Please insert the signs in the image: