<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rent Cars Bali</title>
	<atom:link href="http://rentcarsbali.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rentcarsbali.com</link>
	<description>Just another WordPress site</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 03:53:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Kawal Tanah Bali dengan Memaknai Konsep “Sawen”</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/kawal-tanah-bali-dengan-memaknai-konsep-sawen.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/kawal-tanah-bali-dengan-memaknai-konsep-sawen.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[rumah bali]]></category>
		<category><![CDATA[tanah bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Istilah sawen bagi para petani di Bali sudah tak asing lagi. Ketika para petani tidak ingin tanaman padinya diganggu oleh ternak bebek yang digembalakan orang, petani memasang sawen di tengah-tengah sawahnya. Sawen, itu sebagai tanda penjagaan, agar sawahnya tidak sampai diganggu. Demikian pula ketika para petani ternak tidak ingin kehilangan rumput suburnya dicuri orang, dipasanglah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah sawen bagi para petani di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sudah tak asing lagi. Ketika para petani tidak ingin tanaman padinya diganggu oleh ternak bebek yang digembalakan orang, petani memasang sawen di tengah-tengah sawahnya. Sawen, itu sebagai tanda penjagaan, agar sawahnya tidak sampai diganggu. Demikian pula ketika para petani ternak tidak ingin kehilangan rumput suburnya dicuri orang, dipasanglah sawen. Sawen juga dipasang untuk mengingatkan agar tidak sampai mengusik hasil kebun seseorang.</p>
<p>Dalam konteks kekinian, ketika kita ingin mengawal lahan basah (sawah) agar masih tersedia di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, jalur hijau masih menghijau dan terhindar dari gangguan alih fungsi, nilai kearifan lokal <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> bernama sawen, tampaknya perlu dimaknai.</p>
<p>Konsep sawen tersebut tampaknya perlu dimodifikasi dalam konteks sekarang. Nilai yang terkandung di dalamnya perlu direvitalisasi untuk menjaga lahan subur dan gangguan kekinian yakni keinginan untuk memindah tangankannya atau mengalih fungsikannya untuk kepentingan lain.</p>
<p>Leluhur orang <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> telah mewariskan konsep keharmonisan yang adilihung yakni Tri Hita Karana (THK) keharmonisan hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widi (parhyangan), dengan sesama (pawongan) dan alam (palemahan). Jika palemahan (tanah/pertiwi) <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a><a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sangat penting bagi bertumbuhnya segala akar-akar budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, akar religi, akar adat-istiadat, akar sosial dan sebagainya. Jika pertiwi sebagai wadah bertumbuhnya akar itu sudah habis. Tentu nilai-nilai sampai habis, tentu aktivitas pertanian akan berkurang, subak akan tinggal kenangan dan keseimbangan alam akan terganggu atau disharmonis. Lagi pula, pertiwi itu tidak dapat bertumbuh dan akhirnya hilang. Jika nilai-nilai itu sudah hilang, kita bisa tercerabut dari akar, sehingga mudah tergerus oleh keinginan instan, materi oriented, memaknai konsep bhakti menjadi bati, spiritual menjadi spirit jual dan sebagainya. Karena itu pertiwi <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> perlu di-sawenkan (dijaga) agar tidak diganggu oleh kepentingan di luar fungsinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/kawal-tanah-bali-dengan-memaknai-konsep-sawen.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gamelan Bambu di Alam serba Bambu</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/pernak-pernik/gamelan-bambu-di-alam-serba-bambu.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/pernak-pernik/gamelan-bambu-di-alam-serba-bambu.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernak-pernik]]></category>
		<category><![CDATA[bambu]]></category>
		<category><![CDATA[bangli]]></category>
		<category><![CDATA[denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[kintamani]]></category>
		<category><![CDATA[kuta]]></category>
		<category><![CDATA[musik bali]]></category>
		<category><![CDATA[musik bambu]]></category>
		<category><![CDATA[tabanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Bunyi-bunyian yang terbuat dari bambu dapat dijumpai di berbagai penjuru jagat, sejak zaman primitive hingga kini. Demikian pula di Bali pemanfaatan bambu sebagai wahana bebunyian masih diteruskan hingga kini. Sebagian bentuk orkestra gamelan Bali tidak sedikit yang dibuat dari bambu. Namun tampaknya, gamelan yang berbahan tumbuhan purba itu, kini kalah saing dengan genre gamelan logam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bunyi-bunyian yang terbuat dari bambu dapat dijumpai di berbagai penjuru jagat, sejak zaman primitive hingga kini. Demikian pula di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> pemanfaatan bambu sebagai wahana bebunyian masih diteruskan hingga kini. Sebagian bentuk orkestra gamelan <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> tidak sedikit yang dibuat dari bambu. Namun tampaknya, gamelan yang berbahan tumbuhan purba <em>itu, </em>kini kalah saing dengan genre gamelan logam. Keteduhan dan kelembutan nada-nada gamelan bambu kian sayup-sayup.</p>
<p>Beruntung, sayup-sayup bunyi gamelan bambu itu masih mampu mengusik deru kehidupan masa kini. Di tengah bising lalu lintas di Jalan By pass Ida Bagus Mantra, di Ketewel, Sukawati, <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a>. Lantunan gamelan bambu disuguhkan selama beberapa hari belum lama ini. Adalah Bentara Budaya <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> dalam perhelatan yang disebut “Festival Bambu” menyajikan enam bentuk seni pertunjukan yang memakai <em>barungan </em>(set gamelan) bambu yaitu Gambang, Jegog, Joged Pingitan, Gong Suling, Joged Bumbung dan Bumbang.</p>
<p><strong>Sudah Menyatu</strong></p>
<p>Sebelum mengkristal menjadi media estetik musical, bambu sebagai alat bunyi diduga telah menyatu dengan budaya agraris tradisional. Jejak-jejak keintiman musik bambu dengan masyarakat petani itu masih tersisa. <em>Sunari, </em>salah satunya, adalah sebatang bambu yang dilubangi yang bila disapa semilir angin menyanyikan sabda alam di tengah hamparan sawah. Prinsip bunyi dari hembusan angin itu juga dapat dilihat pada suling dan <em>genggong. </em>Alat musik bambu ini di masa lalu begitu akrab menemani suka duka para petani saat merawat tanamannya.</p>
<p>Para petani <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> juga memiliki alat musik bambu dalam wujud <em>xylophone </em>yang disebut <em>terompong beruk. </em>Instrumen yang dimainkan dengan sepasang <em>panggul </em>(alat pukul) ini bilah-bilahnya terbuat dari bambu, selain juga <em>uyung </em>(batang enau). Sedangkan penggema bunyinya memakai <em>beruk </em>(tempurung kelapa). Pada awalnya, <em>trompong beruk </em>adalah instrumen tunggal yang lazim ditempatkan di <em>kubu </em>(tempat istirahat) petani yang dalam perkembangannya ditambahkan dengan instrumen lain. Satu dua komunitas petani di kawasan <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> Timur kini masih menyisakan <em>barungan </em>gamelan ini.</p>
<p>Selain integral dengan budaya pertanian, musik bambu juga dihadirkan dalam ritual keagamaan. Gambang adalah gamelan bambu yang keberadaannya telah disebut-sebut dalam catatan-catatan tua, baik dalam wujud visual relief candi maupun abstraksi literer. Sayang, gamelan yang dimainkan dengan <em>sepasang panggul </em>bercabang dua ini kini semakin langka. <em>Pengerawit </em>yang peduli dengan gamelan bambu berlaras pelog tujuh nada ini hanya beberapa segelintir. Salah satu grup yang berhasil dihadirkan dalam “Festival Bambu” itu adalah kelompok gamelan Gambang Desa Telepud,Tegalalang, <a title="Kabupaten Gianyar" href="http://surgabali.biz/kab_gianyar.php" target="_blank">Gianyar</a>.</p>
<p>Suaranya yang sendu dan romantis menggiring gamelan bambu lebih berkiprah pada arena interaksi kegairahan dan hiburan. Saat kejayaan zaman kerajaan di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>, membiak berjenis-jenis tari pergaulan dengan iringan gamelan bambu. Joged Pingitan misalnya, adalah joged elit pingitan kaum bangsawan. Hanya tamu istiwewa raja yang boleh <em>ngibing </em>joged ini. Joged pribadi yang diduga berkaitan erat dengan budaya perseliran ini kemudian rontok di bawah kekangan kolonialisme. Di tengah masyarakat, seni pentas ini kemudian bertransformasi menjadi beberapa versi seperti Adar, Gudegan, Tongkohan dan Joged Bumbung. Kini, Joged Pingitan masih membekas di Banjar Pakuwudan (Sukawati) dan Banjar Ketapian (<a title="Kota Denpasar" href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php" target="_blank">Denpasar</a>) dalam sanggaan psikorelegi komunitasnya.</p>
<p>Di antara sekian turunan Joged Pingitan itu, tampak hanya Joged Bumbung yang kini tetap bergelinjang sarat gairah. Suara <em>bumbung </em>atau <em>granting dari </em>gamelan pengiring tari muda-mudi ini terdengar di seluruh penjuru <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Bahkan <em>barungan grantang </em>ini tak hanva tampak mengiringi lenggang tari pasangan wanita (penari) dan pria <em>(pengibing) di </em>arena pentas dalam konteks kepariwisataan juga banyak dipergoki di <a title="hotel di Bali" href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php" target="_blank">hotel</a> dan restoran mengalunkan gending-gending lirih menemani tamu-tamu beristirahat atau makan. Libido manusia dan gaya kehidupan modern memberi peluang terhadap keberadaan gamelan Joged Bumbung.</p>
<p><strong>Presentasi Estetik</strong></p>
<p>Tentu saja spirit artistik kebudayaan adalah presentasi terpenting yang dicapai musik <em>bambu. </em>Gamelan Jegog misalnya yang pada <em>awalnya </em>dirawat sebagai media komunikasi sosial, belakangan didaulat sebagai presentasi estetik, baik dengan berorientasi dari seni tradisi hingga berkoloborasi dengan seni konteinporer seperti dicoba disuguhkan pada festival tersebut oleh grup Jegog Banjar Moding, <a title="kabupaten jembrana" href="http://surgabali.biz/kab_jembrana.php" target="_blank">Jembrana</a>. Demikian pula eksplorasi dan kreativitas empu gamelan I Nyoman Rembang dengan gamelan Bumbang-nya (1985) adalah bagian dari perjalanan kultural bambu sebagai pengejawantah keindahan, menyela bumbu-bumbu kehidupan kekinian yang dihegemoni keindahan semu.</p>
<p>Gamelan bambu <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> tampaknya memang sedang berhadapan dengan hegemoni selera keindahan masyarakat kontenporernya. Sejak era pra-kemerdekaan, gamelan berbahan logam Gong Kebyar melaju kencang dan kini menjadi gamelan “wajib” dimiliki oleh setiap banjar atau desa. Kesenian lainnya, gamelan bambu khususnya, terdepak ke pinggir. Ada yang terjengkang menghilang dan ada pula yang istirahat mengatur nafas. Uluran tangan pemerintah lewat PKB, belum mampu memberdayakannya. Lembaga pendidikan formal kesenian juga belum serius menggarapnya. Karena itu, perlu digugah, dikobarkan, diberi ruang dan disambut penuh harap idealisme tulus semua pihak untuk mengaktualisasikan nilai keindahan dan menyelami makna kultural gamelan si buluh perindu ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/pernak-pernik/gamelan-bambu-di-alam-serba-bambu.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Tradisi Gebug Ende Seraya Bali</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/mengenal-tradisi-gebug-ende-seraya-bali.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/mengenal-tradisi-gebug-ende-seraya-bali.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang bali]]></category>
		<category><![CDATA[gebug ende]]></category>
		<category><![CDATA[karangasem]]></category>
		<category><![CDATA[pawang hujan]]></category>
		<category><![CDATA[seraya]]></category>
		<category><![CDATA[upacara turun hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Bila ada pemain Gebug Ende yang mengucurkan darah di bagian kepala, itu tandanya hujan segera tiba. Antara percaya tidak percaya, demikianlah keyakinan warga Seraya di karangasem dengan tradisi turun temurunnya ini. Dalam perkembangannya, tradisi Gebug Ende mengalami sejumlah perubahan. Dulu, saat perang dengan Kerajaan Selaparang, para tentara Seraya menggunakan tombak dan senjata tajam. Namun kini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila ada pemain Gebug Ende yang mengucurkan darah di bagian kepala, itu tandanya hujan segera tiba. Antara percaya tidak percaya, demikianlah keyakinan warga Seraya di <a title="kabupaten karangasem" href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php" target="_blank">karangasem</a> dengan tradisi turun temurunnya ini.</p>
<p>Dalam perkembangannya, tradisi Gebug Ende mengalami sejumlah perubahan. Dulu, saat perang dengan Kerajaan Selaparang, para tentara Seraya menggunakan tombak dan senjata tajam. Namun kini, hal itu tidak berlaku lagi. Perangkat yang digunakan saat ini berupa tamian (tameng) yang terbuat dari anyaman bambu berlapis kulit sapi plus rotan yang digunakan sebagai alat pemukul. “Kalau dulu, orang mau perang harus menjalani proses seleksi yang ketat. Mereka yang dipilih sebagai tentara adalah peserta sangkepan terpilih,” jelas I Made Putu Suarsa.</p>
<p>Antara percaya tidak percaya, seleksi yang dilakukan untuk memilih pasukan perang cukup terdengar sadis. Proses seleksi dilakukan saat sangkep berlangsung di Bale Agung. Pesertanya wajib membawa pandan berduri dan diselipkan di bagian ketiaknya.”Saat masuk Bale Agung, pandan yang ada di ketiaknya itu ditarik. Mereka yang tidak mengalami luka boleh ikut sangkep dan menjadi tentara. Sementara yang luka, dilarang ikut sangkep apalagi ikut perang,” begitu cerita Jero Bendesa.</p>
<p>Begitu halnya dengan proses memilih senjata. Ada cara unik yang dilakukan kala itu. Senjata yang hendak dipakai berperang harus melewati tes di pelinggih Pura Puseh desa setempat. Ada satu tiang pelinggih yang dijadikan alat untuk mengetes. Di sana senjata itu ditancapkan untuk diuji. Kalau patah atau tumpul, sudah pasti dibuang. ”Yang masih tajam, itu yang dipakai. Karena warga percaya, senjata ini sudah dianugerahi oleh Ida Betara Dewa Gede Kekangin yang disungsung warga,” imbuhnya.</p>
<p>Itu gambaran saat tentara Seraya hendak berangkat perang. Namun, setibanya kembali ke desa dan memainkan Gebug Ende, senjata tajam itu tak lagi dipakai. Mereka menggantinya dengan rotan dan tamiang. Dan sampai sekarang perangkat tersebut masih dipakai sebagai sarana permainan Gebug Ende. “Sekarang sudah diganti dengan tamiang dan rotan,” kata Suarsa. Sekalipun alat pukul yang dipakai sudah diganti, bukan berarti pemainya tak akan merasakan sakit. Pukulan rotan terkadang menimbulkan luka memar pada bagian tubuh pemainnya.</p>
<p>Biasanya akan terlihat dengan warna biru yang memanjang. Kalau memang pukulannya begitu keras. “Selama ini <em>nggak </em>ada yang mengeluh sakit. Justru mereka tambah semangat bermain. Mungkin karena sugesti yang mereka dengar dari bunyi gamelan,” ujar Suarsa meyakinkan bahwa tidak ada rasa sakit yang dialami pemain. Satu lagi keyakinan yang terdengar menyeramkan. Warga <a title="kabupaten karangasem" href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php" target="_blank">karangasem</a> yang ada di desa seraya ini yakin, kalau ada salah seorang pemain yang bagian kepalanya kena pukulan rotan dan mengeluarkan darah hingga menetes ke tanah, itu artinya tak lama lagi hujan akan turun. “Janganlah sampai menetes ke tanah. Asal kepalanya sudah keluar darah, warga yakin hujan akan turun,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/mengenal-tradisi-gebug-ende-seraya-bali.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan Pariwisata Penting Dorong Pemerataan Ekonomi Bali</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/berita-bali/pertumbuhan-pariwisata-penting-dorong-pemerataan-ekonomi-bali.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/berita-bali/pertumbuhan-pariwisata-penting-dorong-pemerataan-ekonomi-bali.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali airport]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi bali]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Gebrakan Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE. untuk memacu terus pertumbuhan sektor pariwisata dinilai sangat positif bagi Bali yang sebagian besar sumber pendapatannya dari sektor ini. Sebab, makin pesat pertumbuhan pariwisata akan memberi dampak langsung bagi kegiatan ekonomi masyarakat. Dirut Bank Sinar Drs. lB Kade Perdana, M.M. mengatakan hal itu di sela-sela kegiatan temu wicara Menbudpar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gebrakan Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE. untuk memacu terus pertumbuhan sektor pariwisata dinilai sangat positif bagi <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang sebagian besar sumber pendapatannya dari sektor ini. Sebab, makin pesat pertumbuhan pariwisata akan memberi dampak langsung bagi kegiatan ekonomi masyarakat. Dirut Bank Sinar Drs. lB Kade Perdana, M.M. mengatakan hal <em>itu </em>di sela-sela kegiatan temu wicara Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE dengan tokoh pariwisata dan tokoh budaya di <a title="pantai sanur" href="http://surgabali.biz/pantai_sanur.php" target="_blank">Sanur</a>.</p>
<p>Kehadiran sektor pariwisata sangat penting dalam mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya pariwisata, usaha kecil dan mikro juga akan ikut bergerak. Untuk itu, Perdana sangat mendukung langkah-langkah pengembangan pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> secara lebih luas dan merata.</p>
<p>Dengan penyebaran pertumbuhan pariwisata yang makin luas, maka sektor usaha kecil dan mikro juga akan ikut tumbuh di sana. Jadi usulan pengembangan pariwisata ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> Utara seperti pembuatan lapangan terbang akan sangat mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi yang nantinya berdampak pada kegiatan usaha kecil di masyarakat.</p>
<p>Menbudpar mengingatkan pesatnya pembangunan pariwisata di belahan <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> Selatan di satu sisi membawa dampak positif bagi <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Namun di sisi lain telah memunculkan kendala antara lain jalan yang makin macet serta keterbatasan fasilitas pendukung lainnya seperti air dan listrik. Keberadaan landasan Bandara Ngurah Rai juga dinilai kurang memadai bagi pariwisata <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> ke depan yang makin banyak dikunjungi turis. Sebab, dari prediksi para pelaku pariwisata yang hadir dalam temu wicara tersebut, tahun depan turis ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> akan <em>booming, </em>sementara fasilitas yang ada dinilai kurang memadai lagi. Untuk itu Menbudpar diminta melakukan langkah-langkah antisipasi agar turis ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> bisa nyaman dan aman.</p>
<p>Menbudpar Jero Wacik mengatakan selain perlu pengembangan bandara ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> Utara juga pihaknya telah melakukan sejumlah pembenahan untuk mempermudah wisatawan yang datang ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Dalam hal pengembangan lapangan terbang, Jero Wacik menilai sangat penting, mengingat kunjungan turis ke <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> terus meningkat. Sementara kemampuan Bandara Ngurah Rai makin terbatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/berita-bali/pertumbuhan-pariwisata-penting-dorong-pemerataan-ekonomi-bali.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengali Nilai Puputan Margarana Bali</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/mengali-nilai-puputan-margarana-bali.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/mengali-nilai-puputan-margarana-bali.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tahun, krama Bali memperingati Puputan Margarana, 20 November. Sejumlah harapan dan berbagai pihak sudah seringkali dikumandangkan. Nilai-nilai Puputan Margarana harus bisa dipetik dan diwarisi generasi muda, demikian antara lain harapan itu disampaikan. Akan tetapi, semua harapan tentu saja tidak bisa dipenuhi karena berbagai faktor. Antara harapan dengan kenyataan memang sering terjadi kesenjangan. Peristiwa apakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap tahun, krama <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> memperingati Puputan Margarana, 20 November. Sejumlah harapan dan berbagai pihak sudah seringkali dikumandangkan. Nilai-nilai Puputan Margarana harus bisa dipetik dan diwarisi generasi muda, demikian antara lain harapan itu disampaikan. Akan tetapi, semua harapan tentu saja tidak bisa dipenuhi karena berbagai faktor. Antara harapan dengan kenyataan memang sering terjadi kesenjangan.</p>
<p>Peristiwa apakah yang telah berlangsung sehingga meledak Puputan Margarana? Jika “film kehidupan” itu bisa terputar ulang, maka rupanya kita bisa menyaksikan sebuah peristiwa heroik, sekaligus tragis yang bisa membuat darah kita mendidih. Betapa tidak, kita akan menyaksikan sebuah peristiwa yang membuat hati ini bergejolak. Setidak-tidaknya, peristiwa itu sama dengan apa yang ditulis I Gusti Bagus Meraku Tirtayasa dalam buku “Bergerilya Bersama Ngurah Rai” yang diterbitkan BP beberapa tahun silam.</p>
<p>Tirtayasa, yang saat itu bergerilya bersama Ngurah Rai, putra <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> yang sudah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, memang tidak mungkin dapat merekam secara detail peristiwa demi peristiwa, akan tetapi, apa yang dituangkan dalam buku ini, dengan segala kekurangannya merupakan sebuah informasi yang sangat berharga.</p>
<p>Anak cucu krama <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> setelah menyimak buku ini akan mendapat informasi, inspirasi dan spirit dari sejumlah orang-orang yang terlibat dalam sejarah masa lalu. Bahwa ternyata, pada masa perlawanan menentang Belanda, ada sejumlah krama <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> berpihak pada musuh atau menjadi mata-mataNICA.</p>
<p>Tirtayasa menulis, “Kurang lebih 1.000 anggota pasukan campuran (TKR dan PRI) telah berkumpul di asrama Munduk Malang. Mereka siap menerima perintah menyerbu pos-pos NICA. Bahkan Pak Bungkil, kepala pasukan BB di kawasan Desa Belimbing, tegas-tegas menyatakan sudah tidak sabar lagi menunggu perintah dan Komandan Resimen.</p>
<p>Maka dengan sorot mata yang tajam, merah menyala &#8211; nyala, Pak Bungkil memberanikan diri langsung menghadap komandan dengan laporan yang menggebu-gebu. Dengan bahasa Indonesia yang lancar, laporan Pak Bungkil ditanggapi serius oleh Pak Rai. Beliau sangat tertarik sekaligus prihatin mendengar laporan itu. Bahwa rakyat Desa Belimbing terus menerus diteror menjadi bulan-bulanan NICA akibat ulah Nang Jebeg, kepala mata-mata Belanda dari Desa Kebonjajung yang terkenal dengan julukannya Si NICA Gandek.”</p>
<p><strong>Pahlawan dan Pengkhianat </strong></p>
<p>Dari penuturan Tirtayasa tersebut, maka jelaslah bahwa di dalam krama <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a> sendiri ada pahlawan dan ada pula pengkhianat. Hal itu bisa dilihat pula ketika Tirtayasa menulis tentang long march sebagai berikut.</p>
<p>“Perjuangan makin lama makin bertambah berat. Tekanan-tekanan musuh makin kuat dan tindakan-tindakannya kian brutal. Mereka tak henti &#8211; henti menangkap, menyekap dan menyiksa rakyat yang tak berdosa. Tindakan musuh yang tak berprikemanusiaan itu membuat moril rakyat rapuh. Oleh karena itu, Resimen/MBU DPRI SK sebagai wadah perjuangan rakyat Semesta diharapkan mampu memberikan motivasi kepada rakyat secara menyeluruh agar mereka kembali bangkit semangat juangnya.</p>
<p>Melihat kenyataan yang ada di masyarakat Bali khususnya, Komandan Resimen menarik kesimpulan bahwa rakyat Indonesia yang mendiami <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Pulau Dewata</a> ini belum kompak bersatu padu berjuang menentang penjajah asing yang kembali hendak menegakkan kekuasaannya. Di antara penduduk <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali </a>sendiri, sudah banyak yang terkena pengaruh NICA. Banyak faktor yang mempengaruhi mereka, antara lain bahwa golongan intelektual sengaja memihak musuh karena keyakinan politiknya.</p>
<p>Rakyat yang awam, buta politik, plus miskin mudah dipengaruhi lantaran demi perut. Tetapi ada juga karena ada tekanan dari kekuatan atau kekuasaan yang lebih besar dan pengaruh lingkungan para “penjual bangsa”. Yang terakhir, kaum feodal ingin tetap mempertahankan kedudukan dan kekuasannya dalam pemerintahan kolonial.”</p>
<p><strong>Mendapat Penghargaan</strong></p>
<p>Buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia yang lancar. Penyajiannya pun menggunakan gaya sastra untuk melukiskan suasana, tanpa menghilangkan nilai kesejarahan atau kisah nyatanya, sehingga enak dibaca. Mungkin karena faktor itulah, naskah ini mendapat perhargaan terbaik dalam penulisan sejarah dan berhasil meraih Anugerah Jurnalistik Harkitnas 1993.</p>
<p>Bagi para peneliti, baik itu kalangan akademisi maupun di luar kampus, dari catatan dan analisis Tirtayasa ini, banyak hal yang bisa dijadikan topik penelitian sesuai dengan sudut pandang atau disiplin ilmu peneliti. Misalnya, nilai-nilai apa yang terkandung dalam Puputan Margarana, bagaimana ketokohan Ngurah Rai dalam peristiwa puputan itu.</p>
<p>Bagi para sutradara atau produser film/sinetron, Sejarah perjuangan semacam ini bisa dijadikan inspirasi dalam penulisan naskah. Tentu saja, ceritanya tidak perlu murni mengisahkan peperangan Puputan Margarana. Bisa saja menyajikan tema pencitraan remaja, atau pengorbanan seorang suami atau bapak terhadap keluarganya demi perang melawan penjajah.</p>
<p>Meskipun bertema cinta remaja, sejarah Puputan Margarana bisa saja dijadikan background. Jika benar-benar digarap serius, sinetron seperti ini rupanya bisa menarik pemirsa televisi di <a title="Surga Bali Tour dan Sewa Mobil Murah" href="http://surgabali.biz/" target="_blank">Bali</a>. Salah satu gaya tariknya adalah faktor kedekatan emosional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/tentang-bali/mengali-nilai-puputan-margarana-bali.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bus Pariwisata Padati Central Parkir Kuta Bali</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/berita-bali/bus-pariwisata-padati-central-parkir-kuta-bali.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/berita-bali/bus-pariwisata-padati-central-parkir-kuta-bali.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 14:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Puluhan bus pariwisata bernomor polisi B, H, AD, L terus terlihat memadati kawasan sentral parkir Kuta, Bali. Angkutan pariwisata yang mengangkut wisatawan domestik dan kalangan pelajar telah berlangsung sejak perayaan Tahun Baru Hijriyah lalu diperkirakan terus meningkat hingga awal Januari 2010 mendatang. Salah seorang dari puluhan sopir shuttle bus di Kuta mengungkapkan, banyaknya kunjungan wisatawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puluhan bus pariwisata bernomor polisi B, H, AD, L terus terlihat memadati kawasan sentral parkir <a href="http://surgabali.biz/pantai_kuta_legian_seminyak.php">Kuta</a>, <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Angkutan pariwisata yang mengangkut wisatawan domestik dan kalangan pelajar telah berlangsung sejak perayaan Tahun Baru Hijriyah lalu diperkirakan terus<br />
meningkat hingga awal Januari 2010 mendatang.</p>
<p>Salah seorang dari puluhan sopir shuttle bus di <a href="http://surgabali.biz/pantai_kuta_legian_seminyak.php">Kuta</a> mengungkapkan, banyaknya kunjungan wisatawan domestik ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> dikarenakan libur panjang akhir tahun yang bertepatan libur semester.</p>
<p>“Belakangan kunjungan tamu terus meningkat, terutama dari kalangan pelajar. Jumlah yang datang pastinya akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada perayaan Tahun Baru,” ujarnya.</p>
<p>Umumnya wisatawan dari Jawa Timur, Jakarta, Surabaya, Malang dan Yogyakarta masih mendominasi wisatawan domestik ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Karena musim liburan sekolah, pengunjung rata-rata kalangan pelajar. Meski demikian, ada beberapa rombongan dari instansi maupun perusahaan yang menayakan Tahun Baru di <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>.</p>
<p>Dampak dari melonjaknya wisatawan domestik ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> juga berpengaruh pada tingkat hunian di kawasan <a href="http://surgabali.biz/pantai_sanur.php">Sanur</a>. Lonjakan pemesanan kamar untuk long weekend dan libur akhir tahun sudah mulai sejak pertengahan Desember.</p>
<p>Adanya libur panjang seperti sekarang ini menjadi berkah bagi <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel-hotel</a>, apalagi libur kali ini bertepatan pula dengan musim karyawisata dari anak-anak SMU. Pada <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel-hotel</a> di kawasan <a href="http://surgabali.biz/pantai_sanur.php">Sanur</a> serta di sekitar kawasan <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a> yang umumnya juga sudah kehabisan kamar untuk pemesanan hingga awal Januari.</p>
<p>Banyaknya turis domestik juga terlihat di sejumlah <a title="obyek wisata di Bali" href="http://surgabali.biz/obyek_wisata_main.php" target="_blank">objek wisata</a> alam di <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Sejak pagi sudah melihat banyak bus yang di parkir di area parkir seperti <a href="http://surgabali.biz/pura_tanah_lot.php">Tanah Lot</a>, Sangeh dan <a href="http://surgabali.biz/ubud_monkey_forest.php">Monkey Forest</a>. Mereka yang datang didominasi oleh siswa sekolah dan rombongannya instansi pemerintah. Ada juga yang datang bersama dengan keluarga menggunakan mobil pribadi.</p>
<p>Wisatawan domestik yang datang memang terus meningkat. Bedasarkan catatan, <a title="obyek wisata di Bali" href="http://surgabali.biz/obyek_wisata_main.php" target="_blank">objek wisata</a> <a href="http://surgabali.biz/pura_tanah_lot.php">Tanah Lot</a> didatangi oleh 9.823 pengunjung baik domestik maupun asing. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan menjelang Nataru lalu yang mencapai sampai 7.943 pengunjung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/berita-bali/bus-pariwisata-padati-central-parkir-kuta-bali.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tourist Asean Makin Stabil Berlibur ke Bali</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/berita-bali/tourist-asean-makin-stabil-berlibur-ke-bali.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/berita-bali/tourist-asean-makin-stabil-berlibur-ke-bali.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 14:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Turis asing asal negara-negara kawasan ASEAN makin stabil yang berkunjung ke Bali, setelah peristiwa bom di Jakarta dan berhasilnya petugas keamanan Indonesia menumpas pelaku teroris. “Wisatawan mancanegara asal Malaysia sudah mulai ramai kembali berlibur ke Bali setelah peristiwa tarian Pendet mencuat tempo hari,” kata seorang pengamat pariwisata Bali, di Denpasar, belum lama ini. Demikian juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Turis asing asal negara-negara kawasan ASEAN makin stabil yang berkunjung ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>, setelah peristiwa bom di Jakarta dan berhasilnya petugas keamanan Indonesia menumpas pelaku teroris.</p>
<p>“Wisatawan mancanegara asal Malaysia sudah mulai ramai kembali berlibur ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> setelah peristiwa tarian Pendet mencuat tempo hari,” kata seorang pengamat pariwisata <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>, di <a href="http://www.surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a>, belum lama ini.</p>
<p>Demikian juga pelancong asal Thailand makin banyak yang datang melakukan penjalanan wisata ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>, menyebabkan jumlah turis ASEAN makin banyak yang ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>.</p>
<p>Selama Oktober 2009, wisman asal ASEAN yang berlibur ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> mencapai 16.455 orang atau naik dibandingkan bulan sebelumnya 13.429 orang sehingga seluruhnya menjadi 183.497 orang. Kedatangan wisman asal ASEAN itu menyumbang 474 persen dari jumlah kunjungan wisman ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> yang mencapai 1,8 juta orang selama periode Januari-Oktober 2009.</p>
<p>Pengamat pariwisata ini mengatakan, angka kunjungan wisman asal Thailand ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> mengalami lonjakan hampir 80 persen dari 1.736 orang selama September 2009 menjadi 3.076 orang pada Oktober.</p>
<p>Wisatawan dari sembilan negara anggota ASEAN yang tercatat berlibur ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> sebanyak 183.497 orang selama Januani-Oktober 2009, asal Malaysia tercatat paling banyak yakni 109.312 orang menyusul asal Singapura 42.000 orang. Sementara pelancong asal Thailand menempati urutan ketiga sebanyak 20.728 orang, disusul Filipina 618 orang dan negara lain masih dibawah seribu orang.</p>
<p>Menyaksikan grafik kunjungan wisman ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> secara keseluruhan menurun, usai pengeboman di Jakarta Juli serta peristiwa-peristiwa lain yang meresahkan, Ia menggarisbawahi bahwa masalah keamanan dan kenyamanan memegang peranan penting.</p>
<p>Untuk itu dalam menarik kunjungan turis asing ke sini, semua pihak diharapkan menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/berita-bali/tourist-asean-makin-stabil-berlibur-ke-bali.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlu Ditambah Penerbangan Langsung Korsel &#8211; Denpasar</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/berita-bali/perlu-ditambah-penerbangan-langsung-korsel-denpasar.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/berita-bali/perlu-ditambah-penerbangan-langsung-korsel-denpasar.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 14:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita bali]]></category>
		<category><![CDATA[airport bali]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[kota denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[pariwiata bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisatawan bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Animo kunjungan wisatawan, khususnya dari Korea Selatan (Korsel) ke Bali tergolong sangat tinggi. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengatakan, makin tingginya animo wisatawan Korsel ke Bali mesti ditunjang dengan penambahan fasilitas penerbangan langsung untuk rute Korsel – Denpasar. Dari hasil promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata Daerah Bali bersama Dinas Pariwisata Kota Denpasar ke Korsel belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Animo kunjungan wisatawan, khususnya dari Korea Selatan (Korsel) ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> tergolong sangat tinggi. Kepala Dinas Pariwisata <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Kota Denpasar</a> mengatakan, makin tingginya animo wisatawan Korsel ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> mesti ditunjang dengan penambahan fasilitas penerbangan langsung untuk rute Korsel – <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a>.</p>
<p>Dari hasil promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata Daerah <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> bersama Dinas Pariwisata <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Kota Denpasar</a> ke Korsel belum lama ini, dapat digali banyak hal dari Korsel. Salah satunya, Korsel juga merasakan dampak krisis global sehingga pengaruhi ekonomi masyarakatnya.</p>
<p>Di tengah makin berkurangnya pengaruh krisis global animo kunjungan wisatawan Korsel ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> makin tinggi. Biro perjalanan wisata di Korsel merespons positif kegiatan promosi termasuk table top yang diselenggarakan pemerintah bersama pelaku pariwisata dari <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>.</p>
<p>BPW di Korsel masih kesulitan mendistribusikan wisatawan dari Korsel ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Mereka sangat berharap ada penambahan fasilitas penerbangan langsung dengan rute Korsel (Seoul-<a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a>).</p>
<p>Selama ini kunjungan wisatawan Korsel ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> dilayani penerbangan dari Singapura, Malaysia dan penerbangan nasional seperti Garuda. Hanya ketiga penerbangan tersebut meski singgah ke beberapa kota baru diterbangkan ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Wisatawan dari Korsel umumnya disinggahkan dulu ke Singapura, Kuala Lumpur atau ke Jakarta baru diterbangkan ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>.</p>
<p>Masih minimnya maskapai yang menawarkan penerbangan langsung membuat BPW di Korsel merasa sangat kesulitan mendistribusikan wisatawan ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Semestinya maskapai penerbangan nasional bisa mengambil alih peluang pendistribusian wisatawan dengan rute langsung Korsel-<a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a>. Maskapai penerbangan nasional harus berani menawarkan rute penerbangan langsung Korsel-<a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a> tanpa mesti singgah di Jakarta.</p>
<p>Sementara itu, orang-orang Singapura yang tinggal di Korsel juga banyak yang mengurangi minat mereka berlibur ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>, karena alasan sama kurangnya maskapai yang menawarkan penerbangan langsung dari Korsel-<a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a>.</p>
<p>Pemerintah pusat perlu memberikan peluang bagi penerbangan asing menawarkan rute penerbangan langsung Korsel &#8211; <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a>. Ini akan berdampak makin tingginya angka kunjungan wisatawan Korsel ke Bali. Ia menambahkan, selain berlibur ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> pelaku bisnis dari Korsel banyak yang tertarik untuk menanamkan modalnya di <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Ini khususnya investasi untuk sektor properti, sarana akomodasi dan restoran.</p>
<p>Dengan pesatnya perkembangan sektor pariwisata, pengembangan usaha akomodasi dan restoran paling tidak bisa memenuhi kebutuhan wisatawan Korsel yang berlibur ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>. Hanya saja mereka berharap adanya kepastian perlindungan hukum dan kepastian perizinan dan persyaratan investasi di <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a>.</p>
<p>Kunjungan wisatawan Korea ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> memang berfluktuasi. Puncak peningkatan kunjungan wisatawan Korsel ke Bali terlihat tahun 2007 mencapai 134.454 orang. Angka ini jauh sangat tinggi ketimbang kunjungan wisatawan Korsel ke <a href="http://www.surgabali.biz">Bali</a> tahun 2006 yang jumlahnya hanya mencapai 89.911 orang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/berita-bali/perlu-ditambah-penerbangan-langsung-korsel-denpasar.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adat Istiadat Penunjang Wisata Spiritual Bali</title>
		<link>http://rentcarsbali.com/berita-bali/adat-istiadat-penunjang-wisata-spiritual-bali.php</link>
		<comments>http://rentcarsbali.com/berita-bali/adat-istiadat-penunjang-wisata-spiritual-bali.php#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 14:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rentcarsbali.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Konsep wisata spiritual yang sejak lama diwacanakan, menurut salah seorang Tourism Managemen di Nusa Dua, bukan sebatas mengajak wisatawan sembahyang ke pura, melainkan daya tarik adat kebudayaan dan lingkungan alam yang indah untuk meninggalkan kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung. Karangasem sangat kaya akan aset seperti itu. Hampir tiap hari ada kegiatan adat istiadat, sementara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep wisata spiritual yang sejak lama diwacanakan, menurut salah seorang Tourism Managemen di <a href="http://surgabali.biz/nusa_dua.php">Nusa Dua</a>, bukan sebatas mengajak wisatawan sembahyang ke pura, melainkan daya tarik adat kebudayaan dan lingkungan alam yang indah untuk meninggalkan kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung.</p>
<p><a href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php">Karangasem</a> sangat kaya akan aset seperti itu. Hampir tiap hari ada kegiatan adat istiadat, sementara keindahan alamnya sangat dahsyat, tinggal upaya masyarakatnya untuk menjaga dan melestarikannva sebagai salah satu kekayaan penunjang dunia pariwisata.</p>
<p>Lokasi persawahan yang indah harus selalu dijaga karena warganya malah berlomba menjual tanah untuk dibangun <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">vila</a>. Seharusnya, kawasan seperti itu dijaga sebagai salah satu daya tarik wisata, sekaligus untuk mengundang kekaguman wisatawan akan keindahan ciptaan Tuhan.  Dan Guide harus mampu menjelaskan kepada pengunjung bahwa keindahan itu sebagai ciptaan-Nya.</p>
<p>Selain kegiatan adat budaya dan keindahan alam wisata spiritual bisa dipadukan dengan aktivitas yoga dan traveling ke kawasan desa adat yang masih kental dengan tradisi warisan leluhur seperti Tenganan Pegeringsingan dan kawasan lain yang masih kuat menjaga tradisinya.</p>
<p>Terkait dengan  keberadaan <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">vila</a> liar yang belakangan makin merajalela di <a href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php">Karangasem</a>, hal itu sangat mempengaruhi tingkat hunian <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel </a>dan restoran. Karena wistawan yang seharusnya menginap memilih untuk menetap di <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">vila</a>. Dan pemerintah karangasem berupaya untuk merangkui dan memberikan pemahaman agar pemiliknya mau memenuhi kewajiban membayar pajak dan mengurus segala perizinan yang ditentukan pemerintah daerah.</p>
<p>Selain itu, masih rendahnya tingkat hunian, karena tingkat hunian <a href="http://surgabali.biz/bali-hotels/index.php">hotel</a> di <a href="http://surgabali.biz/kab_badung.php">Badung</a> dan <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a> juga masih kecil yakni sekitar 60 persen. Jika tingkat hunian di <a href="http://surgabali.biz/kab_kodya_denpasar.php">Denpasar</a> sudah mencapai 80 persen, baru <a href="http://surgabali.biz/kab_karangasem.php">Karangasem</a> kebagian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rentcarsbali.com/berita-bali/adat-istiadat-penunjang-wisata-spiritual-bali.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

